*BELAJARLAH MENERIMA APA ADANYA*
*Ketika GELAP baru tersedarkan apa erti dari TERANG*
*Ketika KEKERINGAN baru tersedarkan betapa berertinya AIR*
*Ketika KEHILANGAN baru tersedarkan erti dari MEMILIKI*
*KETIKA BERTENGKAR baru tersedarkan erti dari PERSAHABATAN*
*Ketika BERPISAH baru tersedarkan erti dari KEBERSAMAAN*
*Ketika sakit baru tersedarkan erti dari indahnya KESEHATAN*
*Sungguh disayangkan*
*KESEDARAN itu selalu datang Terlambat*
*Bukan kejadian yang membuat kita SEDIH atau BAHAGIA*
*tetapi saat harus MEMILIH diantara keduanya*
*Kemarin sudah TIADA, esok belumlah TIBA*
*kita hanya punya 1 hari, yaitu HARI ini*
*maka jangan lewatkan hari ini tanpa berbuat baik kepada sesama*
*Jangan sesali yg telah berlalu, itu perbuatan sia-sia*
*Tidak mungkin akan timbul Kebahagiaan diatas penderitaan orang lain*
*Syukuri apa yang telah dimiliki,agar kebahagiaan selalu berada disisi kita*
*Jangan cari kesempurnaan,tetapi sempurnakanlah yang telah ada*
*Dalam kehidupan NYATA kadang kita suka mempermasalahkan hal yang KECIL,yang tidak PENTING sehingga akhirnya merusak NILAI yang BESAR*
*Persahabatan yang INDAH selama puluhan tahun BERUBAH menjadi permusuhan yang HEBAT, karena SEPATAH kata PEDAS yang tidak DISENGAJA*
*Keluarga yang RUKUN dan HARMONIS pun boleh HANCUR hanya kerana perdebatan KECIL yang tidak PENTING*
*Yang REMEH kerap dipermasalahkan, tetapi yang lebih PENTING dan berharga LUPA dan TERABAIKAN*
*Seribu KEBAIKAN sering tidak BERERTI, TAPI SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup*
*Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yang ada dalam kehidupan kita*
*Bukankah tak ada yang SEMPURNA didunia ini*..?
*SEHATI bukan kerana MEMBERI,tetapi sehati kerana saling MEMAHAMI*
*BETAH bukan kerana MEWAH,tetapi betah kerana saling MENGALAH*
*BERSAMA bukan kerana HARTA DUNIA,tetapi bersama kerana SALING MENGISI*
*INDAH bukan kerana selalu MUDAH,tetapi INDAH kerana dihadapi bersama disetiap KESUSAHAN*
*SEMOGA BERMANFAAT*
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤π’
Selasa, 10 Oktober 2017
Selasa, 3 Oktober 2017
TEMPAYAN YG RETAK
Tempayan Yang Retak
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari, si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”
“Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Karena selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,” kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasi meja BapaNya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma.
Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
Tuhan Yesus memberkati. Amen.
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari, si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”
“Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Karena selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,” kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasi meja BapaNya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma.
Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
Tuhan Yesus memberkati. Amen.
Rabu, 20 September 2017
ENGKAUBKAH ITU....???
________*** ENGKAU KAH ITU....???? ***________
Aku datang bersama malam
Ku titip sang kelam yang merimba
Ku raup sang terang dari pasir gemintang.
Engkaukah itu....
Saat panag rindu terantuk beku
Kau datang mencairkan kelu..
Dan Engkaukah itu...???
Peneduh terik dari garangnya waktu
Aku berteduh dibawah rimbunan kekasihmu.
Dan aku rebahkan jiwaku...
Diatas rasa yang kau hampar.
Engkauka itu...
Yang selalu hadir dalam benakku
Membayangi setiap jejak langkahku
Hingga waktuku terbiasa denganmu.
Kini aku maknai akan hadirmu
Jauhmu makin mengikat rinduku
Yang nyaris pupus diteriakan ...
Ladang-ladang yang tandus.
Aku datang bersama malam
Ku titip sang kelam yang merimba
Ku raup sang terang dari pasir gemintang.
Engkaukah itu....
Saat panag rindu terantuk beku
Kau datang mencairkan kelu..
Dan Engkaukah itu...???
Peneduh terik dari garangnya waktu
Aku berteduh dibawah rimbunan kekasihmu.
Dan aku rebahkan jiwaku...
Diatas rasa yang kau hampar.
Engkauka itu...
Yang selalu hadir dalam benakku
Membayangi setiap jejak langkahku
Hingga waktuku terbiasa denganmu.
Kini aku maknai akan hadirmu
Jauhmu makin mengikat rinduku
Yang nyaris pupus diteriakan ...
Ladang-ladang yang tandus.
Sabtu, 16 September 2017
TERSENYUMLAH
Korek api memiliki kepala tetapi tidak memiliki otak, karenanya setiap terjadi gesekan kecil, korek api itu langsung terbakar....
Kita memiliki kepala dan otak, oleh karena itu janganlah kita bereaksi seperti korek api, TERSENYUMLAH semua akan berlalu dan ingatlah kemarahan dapat berkembang dan menjadi bahaya, untuk itu berpikirlah.......
Kemudian tanggapi jangan bereaksi.........
Selasa, 5 September 2017
Perumpama
Ada seorang kerabatku yang memiliki seekor anjing yang sangat setia bernama Paul. Paul ditemukan ketika sedang tersesat lalu dibawa pulang dan dipelihara. Semakin bertumbuh, Paul semakin ingin selalu berada dekat dengan tuannya. Setiap pagi, Paul selalu menunggu di depan pintu kamar untuk menyambut tuannya. Paul juga selalu menunggu kepulangan tuannya setiap sore di depan pagar rumah. Ketika tuannya tiba di rumah, Paul selalu melompat kegirangan menyambut kedatangannya. Selama di rumah, Paul selalu mengikuti kemanapun tuannya pergi dan berada dimana tuannya ada.
Ketulusan Paul telah menginspirasi dan memberkati hidupku. Seperti Paul yang ditemukan terhilang di jalan, begitupun Tuhan menemukan kita yang terhilang dalam dosa. Ia rela meninggalkan Surga yang mulia bahkan dalam segala hal disamakan dengan manusia demi menyelamatkan kita. Karya salibNya memberikan kita kesempatan untuk kembali menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Lalu hatiku seakan bertanya, apa yang sudah kulakukan untuk membalas cintaNya?
Paul memberikanku inspirasi bagaimana mencintai tuannya dengan tulus. Seperti Paul yang selalu ingin dekat dengan tuannya, seharusnya satu- satunya kebahagiaan kita hanyalah ketika kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan Tuhan. Pertemuan dengan Tuhan seharusnya menjadi momen yang sangat kita nantikan. Dan kita melakukan itu semua bukan karena berharap mendapatkan sesuatu tapi karena kita mencintai Tuhan sehingga ingin selalu berada bersamaNya. Ketika kita bisa menikmati hubungan dengan Tuhan, seharusnya kita tidak berharap untuk dibahagiakan oleh siapapun dan apapun lagi, kecuali oleh Tuhan.
Suatu hari, tanpa sengaja Paul bermain ke luar rumah dan tersesat. Ketika tuannya menyadari, ia langsung mencarinya di sekitar rumah tapi Paul tidak berhasil ditemukan. Tuannya yang mulai panik, segera mengambil kendaraan untuk mencari Paul lebih jauh. Setelah beberapa jam kemudian, Paul berhasil ditemukan dan dibawanya kembali. Ketika tiba di rumah, sang tuan memukul bagian belakang Paul karena ia tidak ingin lagi kehilangan sahabat yang sangat dicintainya.
Seperti sang tuan yang menghajar Paul karena cinta, begitupun proses dan peristiwa hidup yang diijinkan untuk kita alami adalah bentuk cinta Tuhan agar kita tidak terhilang. Tuhan terlalu sanggup untuk membuat hidup kita bebas dari masalah apapun tapi Tuhan lebih tertarik untuk melindungi keselamatan jiwa kita. Oleh sebab itu, setiap peristiwa hidup yang kita alami seharusnya kita responi dengan baik agar kita bisa semakin melekat kepadaNya. Semakin hari, cinta kita kepada Tuhan harus semakin bertumbuh sampai satu titik ketika kita mencari Tuhan bukan karena takut dihukum dan masuk neraka, bukan juga karena supaya diberkati dan masuk surga, tapi karena cinta yang tulus. Asalkan bisa selalu dekat dengan Tuhan, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya. Asalkan bisa selalu berada dimana Tuhan ada, itulah Surga yang sesungguhnya.
Ketulusan Paul telah menginspirasi dan memberkati hidupku. Seperti Paul yang ditemukan terhilang di jalan, begitupun Tuhan menemukan kita yang terhilang dalam dosa. Ia rela meninggalkan Surga yang mulia bahkan dalam segala hal disamakan dengan manusia demi menyelamatkan kita. Karya salibNya memberikan kita kesempatan untuk kembali menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Lalu hatiku seakan bertanya, apa yang sudah kulakukan untuk membalas cintaNya?
Paul memberikanku inspirasi bagaimana mencintai tuannya dengan tulus. Seperti Paul yang selalu ingin dekat dengan tuannya, seharusnya satu- satunya kebahagiaan kita hanyalah ketika kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan Tuhan. Pertemuan dengan Tuhan seharusnya menjadi momen yang sangat kita nantikan. Dan kita melakukan itu semua bukan karena berharap mendapatkan sesuatu tapi karena kita mencintai Tuhan sehingga ingin selalu berada bersamaNya. Ketika kita bisa menikmati hubungan dengan Tuhan, seharusnya kita tidak berharap untuk dibahagiakan oleh siapapun dan apapun lagi, kecuali oleh Tuhan.
Suatu hari, tanpa sengaja Paul bermain ke luar rumah dan tersesat. Ketika tuannya menyadari, ia langsung mencarinya di sekitar rumah tapi Paul tidak berhasil ditemukan. Tuannya yang mulai panik, segera mengambil kendaraan untuk mencari Paul lebih jauh. Setelah beberapa jam kemudian, Paul berhasil ditemukan dan dibawanya kembali. Ketika tiba di rumah, sang tuan memukul bagian belakang Paul karena ia tidak ingin lagi kehilangan sahabat yang sangat dicintainya.
Seperti sang tuan yang menghajar Paul karena cinta, begitupun proses dan peristiwa hidup yang diijinkan untuk kita alami adalah bentuk cinta Tuhan agar kita tidak terhilang. Tuhan terlalu sanggup untuk membuat hidup kita bebas dari masalah apapun tapi Tuhan lebih tertarik untuk melindungi keselamatan jiwa kita. Oleh sebab itu, setiap peristiwa hidup yang kita alami seharusnya kita responi dengan baik agar kita bisa semakin melekat kepadaNya. Semakin hari, cinta kita kepada Tuhan harus semakin bertumbuh sampai satu titik ketika kita mencari Tuhan bukan karena takut dihukum dan masuk neraka, bukan juga karena supaya diberkati dan masuk surga, tapi karena cinta yang tulus. Asalkan bisa selalu dekat dengan Tuhan, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya. Asalkan bisa selalu berada dimana Tuhan ada, itulah Surga yang sesungguhnya.
Isnin, 4 September 2017
KAU DAN AKU TERLUKIS DI TELAPAK TANGAN SANG BAPA
KAU DAN AKU TERLUKIS DI TELAPAK TANGAN SANG BAPA
Tidak semua keinginan dapat kita raih
terkadang apa yang kita kumpulkan
dgn susah payah hrs kita relakan brhmburn ditanah
namun, pemenang sejati adalah dia yg mampu mensyukuri apapun yg terjadi
terkadang kita menuduh DIA bisu, karena DIA tak segera menjawab
terkadang kita menuduh DIA tuli, karena DIA seprtinya tak mendengar
terkadang kita menuduh DIA jahat, ketika DIA mengambil yg baik padahal sesungguhnya DIA sedang menggantinya dgn yg terbaik
masalahnya hanyalah masalah waktu
seandainya kita mau sedikit bersabar kita kan melihat waktu-NYA pastilah yg terindah
DIA tak meminta apapun dari kita, DIA hanya meminta kita mempercayai-NYA dengn sepenuh hati.
dengarkan apa yg di katakan-NYA :"
Tidak semua keinginan dapat kita raih
terkadang apa yang kita kumpulkan
dgn susah payah hrs kita relakan brhmburn ditanah
namun, pemenang sejati adalah dia yg mampu mensyukuri apapun yg terjadi
terkadang kita menuduh DIA bisu, karena DIA tak segera menjawab
terkadang kita menuduh DIA tuli, karena DIA seprtinya tak mendengar
terkadang kita menuduh DIA jahat, ketika DIA mengambil yg baik padahal sesungguhnya DIA sedang menggantinya dgn yg terbaik
masalahnya hanyalah masalah waktu
seandainya kita mau sedikit bersabar kita kan melihat waktu-NYA pastilah yg terindah
DIA tak meminta apapun dari kita, DIA hanya meminta kita mempercayai-NYA dengn sepenuh hati.
dengarkan apa yg di katakan-NYA :"
Oleh kerana engkau berharga di mata-KU dan Mulia dan AKU INI mengasihi engkau "(Yesaya-43:4aku)" lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU " (Yesaya-49:16a)
Jumaat, 1 September 2017
NASEHAT UNTUK ANAK RANTAU
NASEHAT UNTUK ANAK RANTAU
Dari kampung halaman hanya bermodal sebuah niat dan tekad yang bulat
Niat Mencari Ilmu karena Ilahi...
Niat mencari Ilmu karena akan Menghilangkan kebodohan
Bukan niat untuk mencari sebuah kekuasaan dan kejayaan
Engkau pergi membawa tugas amanah yang harus Engkau sampaikan
Langkahmu harus tegap bagaikan bagai punggawa - punggawa kerajaan
Tanah dimana Engkau dilahirkan harus rela Engkau tinggalkan
Demi cita - cita yang luhur yang harus Engkau dapatkan
Jangan pernah ragu walau dirimu ditanah Orang
Jangan ada kata menyerah walaupun kehidupan tak seindah yang kau bayangkan
Tetaplah semangat demi petanggung jawaban
Ingatlah Orang yang telah berkorban demi kemajuanmu
Ingat Orang Tua mu yang telah bersusah payah
Mencari rizki untuk Dirimu
Jangan pernah mengecewakan Mereka
Keberhasilanmu adalah senyuman Orang Tuamu
Kegagalanmu adalah tangisan Orang Tuamu.
Jangan sombong .....!!!
Karena kesombongan hanya akan membuat dirimu tak berarti
Ingat dirimu itu bukan siapa - siapa
Bila debandingkan dengan kekuasaan Tuhan
Jungjunglah martabat Orang tuamu dengan keberhasilanmu
Jangan Permalukan orang Tuamu karena kegagalanmu.
Ayahmu,Ibumu , keluargamu disana telah menanti Kesuksesanmu
Tanah kelahiranmu akan menyambut keberhasilanmu.
Kuatkan Iman...!!!
Hanya iman yang ada dihatimu yang selalu menemanimu
Hanya iman yang bisa menunjukkan mana yang buruk dan baik
Jangan goyah karena gemerlapan
Karena yang gemerlap itu belum tentu sebuah keindahan
Semoga engkau sukses dididalam perjuangan
Doa dan Ikhtiyarlah yang akan membawamu dalam keberhasilanmu
Dipundakmu masa depan Keluargamu dan Negaramu
Doa Orang Tuamu selalu menyertai disetiap langkahmu.
" BUATLAH ORANG TUAMU MENANGIS KARENA KEBERHASILANMU"
"JANGAN BUAT ORANG TUAMU MENANGIS KARENA KEGAGALANMU"
Dari kampung halaman hanya bermodal sebuah niat dan tekad yang bulat
Niat Mencari Ilmu karena Ilahi...
Niat mencari Ilmu karena akan Menghilangkan kebodohan
Bukan niat untuk mencari sebuah kekuasaan dan kejayaan
Engkau pergi membawa tugas amanah yang harus Engkau sampaikan
Langkahmu harus tegap bagaikan bagai punggawa - punggawa kerajaan
Tanah dimana Engkau dilahirkan harus rela Engkau tinggalkan
Demi cita - cita yang luhur yang harus Engkau dapatkan
Jangan pernah ragu walau dirimu ditanah Orang
Jangan ada kata menyerah walaupun kehidupan tak seindah yang kau bayangkan
Tetaplah semangat demi petanggung jawaban
Ingatlah Orang yang telah berkorban demi kemajuanmu
Ingat Orang Tua mu yang telah bersusah payah
Mencari rizki untuk Dirimu
Jangan pernah mengecewakan Mereka
Keberhasilanmu adalah senyuman Orang Tuamu
Kegagalanmu adalah tangisan Orang Tuamu.
Jangan sombong .....!!!
Karena kesombongan hanya akan membuat dirimu tak berarti
Ingat dirimu itu bukan siapa - siapa
Bila debandingkan dengan kekuasaan Tuhan
Jungjunglah martabat Orang tuamu dengan keberhasilanmu
Jangan Permalukan orang Tuamu karena kegagalanmu.
Ayahmu,Ibumu , keluargamu disana telah menanti Kesuksesanmu
Tanah kelahiranmu akan menyambut keberhasilanmu.
Kuatkan Iman...!!!
Hanya iman yang ada dihatimu yang selalu menemanimu
Hanya iman yang bisa menunjukkan mana yang buruk dan baik
Jangan goyah karena gemerlapan
Karena yang gemerlap itu belum tentu sebuah keindahan
Semoga engkau sukses dididalam perjuangan
Doa dan Ikhtiyarlah yang akan membawamu dalam keberhasilanmu
Dipundakmu masa depan Keluargamu dan Negaramu
Doa Orang Tuamu selalu menyertai disetiap langkahmu.
" BUATLAH ORANG TUAMU MENANGIS KARENA KEBERHASILANMU"
"JANGAN BUAT ORANG TUAMU MENANGIS KARENA KEGAGALANMU"
Langgan:
Catatan (Atom)
ππΉTerkadang sendiri itu jauh lebih baik.πΉπ Nikmatnya hidup sendiri Siang banting tulang Malam sendirian Berteman kesepian πππ π’ππ©...
-
Reff... Tabe yo Ende Maria Ata penong lewidang Mori kraeng Agu Ite~e Te hon gu tedeng le... 2x Solo 2 : Yo Ende Maria Nggluk ti...
-
Solo 1: *Di dalam Ekaristi yang suci* *Tuhan memberi dirinya* *Bagi kita umatnya* *Bahagialah hatiku* *Di segarkan oleh nya* *Yesus ka...
-
ππΉTerkadang sendiri itu jauh lebih baik.πΉπ Nikmatnya hidup sendiri Siang banting tulang Malam sendirian Berteman kesepian πππ π’ππ©...





