Rabu, 4 Januari 2023

๐Ÿ’•๐ŸŒนTerkadang sendiri itu jauh lebih baik.๐ŸŒน๐Ÿ’•


Nikmatnya hidup sendiri

Siang banting tulang

Malam sendirian

Berteman kesepian 


๐™‰๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™๐™ž๐™™๐™ช๐™ฅ ๐™จ๐™š๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž

๐˜ฝ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™  ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™๐™–๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ

๐™ˆ๐™š๐™ข๐™ž๐™ก๐™ž๐™ ๐™ž ๐™—๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™  ๐™ ๐™–๐™ฌ๐™–๐™ฃ

๐˜ฝ๐™š๐™—๐™–๐™จ ๐™ข๐™–๐™ž๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ


๐™ฝ๐š’๐š”๐š–๐šŠ๐š๐š—๐šข๐šŠ ๐š‘๐š’๐š๐šž๐š™ ๐šœ๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š›๐š’

๐™ฑ๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐š›๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š—

๐šƒ๐šŠ๐š” ๐š™๐šŽ๐š›๐šŒ๐šŠ๐šข๐šŠ ๐š›๐šŠ๐šข๐šž๐šŠ๐š—

๐™ท๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ ๐š’๐š—๐š๐š’๐š—๐š”๐šŠ๐š— ๐š”๐šŽ๐šœ๐šŽ๐š—๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š— 


Nikmatnya hidup sendiri

Tak pikirkan pasangan

Fokus menggapai impian

Untuk keluarga tersayang 

"๐“๐„๐‘๐Š๐€๐ƒ๐€๐๐† ๐’๐„๐๐ƒ๐ˆ๐‘๐ˆ ๐ˆ๐“๐” ๐‰๐€๐”๐‡ ๐‹๐„๐๐ˆ๐‡ ๐๐€๐ˆ๐Š"

Nikmatnya hidup sendri

Siang banting tulang

Malam sendirian

Berteman kesepian


๐™‰๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™๐™ž๐™™๐™ช๐™ฅ ๐™จ๐™š๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž

๐˜ฝ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™  ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™๐™–๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ

๐™ˆ๐™š๐™ข๐™ž๐™ก๐™ž๐™ ๐™ž ๐™—๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™  ๐™ ๐™–๐™ฌ๐™–๐™ฃ

๐˜ฝ๐™š๐™—๐™–๐™จ ๐™ข๐™–๐™ž๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ


Nikmatnya hidup sendiri

Bukan sembarangan 

Tak percaya rayuan

Hanya inginkan kesenangan 


โ‚™แตขโ‚–โ‚˜โ‚โ‚œโ‚™yโ‚ โ‚•แตขdแตคโ‚š โ‚›โ‚‘โ‚™dแตขแตฃแตข

โ‚œโ‚โ‚– โ‚šแตขโ‚–แตขแตฃโ‚–โ‚โ‚™ โ‚šโ‚โ‚›โ‚โ‚™gโ‚โ‚™

Fโ‚’โ‚–แตคโ‚› โ‚˜โ‚‘โ‚™ggโ‚โ‚šโ‚แตข แตขโ‚˜โ‚šแตขโ‚โ‚™

แตคโ‚™โ‚œแตคโ‚– โ‚–โ‚‘โ‚—แตคโ‚แตฃgโ‚ โ‚œโ‚‘แตฃโ‚›โ‚yโ‚โ‚™g.

Rabu, 5 Mei 2021



Jangan biarkan diri anda berada dalam saat yang lemah apabila anda merasakan bersendirian dan ingin kembali kepada seseorang yang anda kenali untuk menyenangkan hati anda.
Jangan biarkannya anda mengalirkan air mata kesedihan anda dengan menghantar teks mesej yang di masa hadapan kelak, diri anda akan menyesali. Jangan biarkan ini berlaku kerana anda boleh melakukan yang lebih baik dan mencapai sesuatu yang lebih bermanfaat dan membina diri anda yang lebih baik dari hari semalam.
Jangan kembali kepada mereka kerana anda rasa kesepian, atau sedih, atau patah hati kerana orang yang pernah menghancurkan hati anda tidak akan dapat membaiki kepingan yang sudah pecah. Lagipun, mereka adalah orang yang memecahkannya. Jika anda mahu kembali, dan anda fikir ia akan berbeza pada masa ini.
jiwa perempuan
Foto: Soompi
Jika anda berfikir bahawa mereka telah berubah, bahawa perkara-perkara telah berubah, bahawa anda telah berkembang legih baik sebagai seorang individu dan sebagai manusiawi, tetapi perkara-perkara ini tidak akan berubah.
Masih ada peluang untuk anda akan terluka, sekali lagi, lebih dari sekali oleh orang yang sama. Anda mungkin fikir mereka berbeza, anda mungkin mahu mempercayai mereka apabila mereka mengatakan mereka telah berubah, tetapi dalam semua kejujuran mereka tidak berubah. Mungkin pada mulanya mereka boleh menutup siapa mereka sedikit lebih. Mungkin mereka boleh menipu anda bahawa kali ini perkara akan berbeza, tetapi orang tidak mudah benar-benar berubah.
Jika anda kembali kepada mereka, mereka akan berfikir bahawa apa sahaja yang mereka lakukan anda akan memaafkan mereka dan terus melakukannya tanpa sebarang kebimbangan. Mereka boleh meminta maaf semua yang mereka mahu, tetapi tidak benar-benar bermakna. 
Mereka akan terus melakukan perkara yang sama berulang kali.

Anda tidak boleh berulang-kali menyeret diri anda dan memecahkan hati anda sendiri kerana mereka yang mementingkan diri sendiri. Itu tidak sihat. Anda tahu mereka tidak baik untuk anda, tetapi anda tidak boleh menolongnya.
Ketahui nilai diri anda dan berdiri sendiri. Ia mungkin sukar sekarang, tetapi akan lebih baik pada masa akan datang dan kesakitan yang anda rasa akan sembuh, ia mungkin mengambil masa berbulan atau tahun, tetapi akhirnya ia akan menjadi baik-baik saja. Anda akan berkembang dan membina kehidupan ke arah yang anda mahu. Kebahagiaan anda akan menjadi milik anda sekali lagi dan bahagian yang terbaik adalah anda yang menjadi penciptanya.

Ahad, 9 Ogos 2020

KISAH SEORANG ANAK

 Kisah seorang anak ================ Seorang Anak, menelpon Ayahnya yang tinggal pisah rumah dengan ibunya. Pagi itu, Ibunya sakit dan tidak bisa mengantar Anaknya sekolah seperti biasanya. Jarak sekolah 1 KM dari rumahnya, dan si Anak bertubuh lemah. Pagi itu jam 06.00 si Anak menelpon Ayahnya : Anak : "Ayah, antarkan aku sekolah." Ayah : "Ibumu kemana?" Anak : "Ibu sakit Ayah, tidak bisa mengantarkanku ke sekolah, kali ini Ayahlah antarkan Aku ke sekolah." Ayah : "Ayah tidak bisa, Ayah nanti terlambat ke kantor, kamu naik angkot saja atau ojek." Anak : "Ayah, uang Ibu hanya tinggal 10 ribu, Ibu sakit, kami pun belum makan pagi, tak ada apa-apa di rumah, kalau Aku pakai untuk ongkos, kasihan Ibu belum makan, juga Adik-adik nanti makan apa Ayah?" Ayah : "Ya sudah kamu jalan kaki saja ke sekolah, Ayah juga dulu ke sekolah jalan kaki. Kamu Anak laki-laki harus kuat." Anak : "Ya sudah, terimakasih Ayah." Si Anak mengakhiri telpon dengan Ayahnya. Dihapusnya air mata di sudut matanya. Lalu berbalik masuk kamar, ketika Ibunya menatap wajahnya, dia tersenyum. Ibu : "Apa kata Ayahmu, Nak?" Anak : "Kata Ayah, iya Ibu. Ayah kali ini yang antar Aku ke sekolah." Ibu : "Baguslah, Nak. Sekolahmu jauh, kamu akan kelelahan kalau harus berjalan kaki. Doakan Ibu lekas sembuh ya, biar besok Ibu bisa antar kau ke sekolah." Anak : "Iya Ibu, Ibu tenang saja, Ayah yang antar, Ayah bilang Aku tunggu di depan Gang supaya cepat Ibu." Ibu : "Berangkatlah, Nak! Belajar yang rajin, yang semangat." Anak : "Iya Ibu." Tahun berganti tahun. Kenangan itu tertanam dalam ingatan si Anak. Dia sekolah sampai pasca sarjana dengan biaya beasiswa. Setelah lulus, dia bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar. Dengan penghasilanya, dia membiayai hidup Ibunya, membantu menyekolahkan adik-adiknya sampai sarjana. Satu hari, saat di kantor Ayahnya bertelpon. Anak : "Ada apa Ayah?" Ayah : "Nak, Ayah sakit. Tidak ada yang mengantarkan Ayah ke rumah sakit." Anak : "Emang istri Ayah krmana?" Ayah : "Sudah pergi Nak, sejak Ayah sakit-sakitan." Anak : "Ayah, Aku sedang kerja. Ayah ke rumah sakit naik taxi saja." Ayah : "Kenapa kamu begitu? Siapa yang akan urus pendaftaran RS dan lainya. Apa supir taxi? Kamu Anak Ayah, masa Ayah sakit, kamu tidak mau bantu mengurus?" Anak : "Ayah, bukankah Ayah yang mengajarkan Aku mengurus diri sendiri? Bukankah Ayah yang mengajarkan Aku bahwa pekerjaan lebih penting daripada Istri sakit dan Anak? Ayah, Aku masih ingat, satu pagi Aku menelpon Ayah minta antarkan ke sekolahku, waktu itu Ibu sakit, Ibu yang selalu antarkan kami anak-anaknya... Yang mengurus kami seorang diri, namun Ayah katakan Aku pergi jalan kaki. Tubuhku lemah, sekolahku jauh, namun Ayah katakan Anak laki-laki harus kuat. Dan Ayah katakan Ayah pun dulu berjalan kaki ke sekolah, maka Aku belajar bahwa karena Ayah lakukan demikian maka Aku pun harus lakukan yang sama... Saat Aku sakit pun hanya Ibu yang ada mengurusku, saat Aku membutuhkan Ayah. Aku ingat kata-kata Ayah, Anak laki-laki harus kuat. Ayah tahu? Hari itu pertama kali Aku berbohong kepada Ibu, Aku katakan iya Ayah yang akan antarkanku ke sekolah, dan meminta Aku menunggu di depan Gang. Tapi Ayah tahu? Aku jalan kaki seperti yang Ayah suruh, di tengah jalan Ibu menyusul dengan sepeda,,, Ibu bisa tahu Aku berbohong. Dengan tubuh sakitnya Ibu mengayuh sepeda mengantarkan Aku ke sekolah. Ayah mengajarkanku, pekerjaan adalah yang utama, Ayah mengajarkan Aku kalau Ayah bisa maka walaupun tubuhku lemah Aku harus bisa. Kalau Ayah bisa ajarkan itu, maka Ayah pun harus bisa." Si Ayah terdiam... Sepi di seberang telpon. Baru disadarinya, betapa dalam luka yang ditorehkannya di hati Anaknya. Anak adalah didikan orang tua, Bagaimana kita bersikap, memperlakukan mereka kita sama saja sedang mengajarkan mereka bagaimana memperlakukan kita kelak ketika tua dan renta. Si Anak dosa? Mungkin... Si Anak durhaka? Barangkali... Yang jelas Ayahnya yang membuat Anaknya demikian. Dan kelak orang tua membuat pertanggungjawabannya masing-masing kepada Sang Khaliq, Yang Punya Anugerah yang dititipkan kepada masing-masing. Menjadi orang tua bukan karena menanam benih atau karena melahirkan. Menjadi orang tua, karena mengasuh, mendidik, menyayangi, memberi waktu, perhatian, mengayomi, mencurahkan perhatian dan kasih sayang. Menjadi orang tua tidak ada kata pensiun... Finishnya hanya kematian... Silahkan share jika dirasa bermanfaat777

Khamis, 26 Mac 2020

MENANTU IDAMAN part1

Waktu terus berjalan dan tanpa kusadari aku brtumbu begitu cepat.
Seperti dalam mimpi saat bangun ternyata sudah kesiangan, "Begitulah kisah yg kualami".
Di awal dari tabrakan  dan di akhiri dengan jatuh benaran. Maaf Maksudnya {FALL IN A HUG♡}
Jadi begini singkat ceritanya; dalam tak sengaja kami bertabrakan dalam sebuah mall yg begitu ramai pengunjungnya, dia hampir terjatu dan saya merangkulnya dan tak sengaja aku mencium pipinya(sbanarnya saya  sengaja si๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)
Tapi sebagai permintaan maaf saya pada dia, aku mengajaknya kewarung kopi sambil kenalan.
Oh ia perkenalkan nama saya kevin (nama samaran) sambil menyodorkan tanda perkenalan๐Ÿค dan dia menyambutnya๐Ÿค dengan suara lembut "nama saya cacha (nama samaran). Dalam kesempatan yg begitu indah aku meminta no HP nya (maklum takut ketinggalan moment) oh ya hampir lupa, dia benar² cantik dan seperti seorang  pemeran utama dalam sebuah sinetron bawang putih dan bawang merah (pada tau kan yg main dalam sinetron bawang putih dan bawang merah kan? Kalau ga tau boleh melihat dalam youtube atau bang goggle)
Seiring berajalnya waktu aku lupa kalau aku sudah di jodohkan sama orang tua ku saat kami masi kecil.
Namanya Ririn dia juga canti tp tak kalah cantiknya sama Cacha. Tapi ngomong tentang si Caca ini ya, sesampainya di rumah saya mencoba WA dia, dngn kata sapaan. 
Kevin: p
Cacha: ✋
Kevin: sorry mengganggu ga ya?
Cacha: maaf ini dngn bang Kevin ia? Dgn nda brtnya
Kevin: ia bnar skali, ini dngn sy Kevin( sdkit ggup)
Cacha: oh gitu ya bang, abng lg ngpin?
Kevin: ni lg rindu dngn seseorg ๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ˜‚
Cacha: wahh ada yg lgi ksmran ni๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ 
Kevin: ia ni, smnjak kjadian itu aku jd keingt trus๐Ÿ˜‚
Cacha: ah masa ia, bang Kevin bisa aja the.
Kevin: ia bnar, kyanya sudah mulai suka the dngn km
Cacha: oh ia? Sama donk bang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Kevin: km ada wktu ga esok, klo misalnya ada wktu                 ktemuan yo? Udah ga bisa tahan ni, pngen                     ktemu kamu lgi.๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Cacha: besok ya bang? Tp klau siang aku ga bisa,                        soalnya aku krja, klau sore sikit boleh.
Kevin: oh boleh². Klau gitu esok aku chat tempanya                   ya? Dan kmu kstau jam brapa gitu.. see u                         tomorrow.


Pada keesok harinya tepat pada jam 3 sore sy ngchat dia, membritahukn dia tempat kita berdua bertemu dan dia pun membalasnya dan memberitahu ku jam untk bertemu, sesuai dngn kesepakatan smlam.
Wktu menuju pkul 17.00 dan aku pun bersiap-siap menuju kamar mandi.
Setelah mandi aku merapikan diri maklum lagi PDKT hrus pandai² membawa diri..heheeee
Ku melihat jam ๐Ÿ•– sedah pukul 18.00 low, aku pun berangkat keluar dari rumah menuju Mobil.
Lalu ku menyalahkn mesin mobil ku dan berangkat menuju tempat tujuan (tempat janjian).๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Akhirnya aku sampai 20 menit lebih awal dari dia, aku yg penasaran dngan ke  paras cantiknya selalu memandang keluar setiap kali mobil lewat dan berpikir dalam hati (itu pasti dia๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)
Tak lama kemudia sebuah mobil taxi lewat lalu berhenti tepat di depan kaffe yg kami janjikan itu dan dia keluar dari mobil.
Sambil menghela nafas panjang dan  mengangkat tangan kanan ku menutup mulut.. OMG DIA CANTIK BANGET.
Dan kini dia datang menghampiri ku dengan senyuman manis di bibirnya datang mnghampiri ku dngn suara lembut.
Maaf ya bang lambat, abang udah lama ya nunggunya? 
Aku menjawabnya, ga apa² ko lagian aku juga baru sampai ni (pada hal sudah 20 menit low, taukn lamanya 20 menit kalau menunggu sampai 20 menit)
Oh ya jngn panggil abang dong, panggil aja Kevin, sayang pun boleh, sambil tertawa lebar ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Nanti ada yg mara low! Nyahutnya lembut
Lalu ku mnjwabnya dngn sdikit gugup. Oh pacar kamu marah ya, kalau dengr aku panggil kmu syang.
Bukan-bukan... pacar kamu maksudnyaku, smbil tersnyum. Sambungnya
Oh.... sya pikir pacar kamu cha. Sambung ku dngn sdikit manja.
Kalau aku si santai saja, ga ada yg bakalan cemburu ko, sebab hati ini masih kosong. Jawabnya polos dan jujur.
Masa ia...cewe secantik kamu masih sendiri. Mksudnya (single) 
Ia memang benar kev. Sapanya manja. 

Lalu minuman yg kami pesan pun datang.
Dia begitu cantik sederhana apa adanya.ya walau baru 2x kenalan, aku bisa tebak kalau dia memang baik dan tulus orangnya. Pokonya the best lah! (Tunggu waktu yg tepat ku kenalin ke kalian semua yg ngebacanya ya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)
 Sambil menikmati minunan yg sudah disediakn, diapun menyambung bicaranya.
Dulu sya perna pacaran dngn seseorang yg menurutku baik dan mau menerima ku apa adanya.
Tapi setelah kami berjalan menuju ketahap yg lebih serius lagi, orng tuanya menentang hubungan kami, sebab menurut org tuanya sya ga pantas mendampingi putranya. Sebab perbedaan latar belakang kami itu sangat jauh. 
Maklum dia putra satu² mereka dan pewaris tunggal.
Sya pun mengerti dan sadar betul, sy ini siapalh kn? Di banding dia yg serba ada.
Akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Karena itulh jalan satu²nya yg terbaik untuk kami berdua.
Begitulah singkat ceritanya kev. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ (km jngn ikutan mewek ya gaiss๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚) 

Sya tau, mungkin ini berat untuk kmu, tp berpikir yg positif sja, mngkin dia bukan jodoh km yg sebenarnya dan dia Tuhan hadirkn dia untuk kmu sbagai ujian.
Ujian supaya kmu kedepannya lebih baik dan lebih kuat dan lebih hati². Jika waktunya sudah tepat Tuhan pasti sudah menyiapkn yg terbaik untuk kamu di masa hadapan.
Atau mngkin sekarang Tuhan sudah membukakan sdikit jalan bagimu agar kmu bisa melupakn dia.
Ya walapun sya baru mengenal kmu tp entah kenapa sya merasa ya, sya merasa nyaman dan merasa kita sudah kenal begitu lama.
Perasaan ini tumbuh begitu saja, setelah dia membicarakn yg sebenarnya.
Apa aku sudah benar² jatu cinta? Atau aku cuman terharu stelah mendengar semua tentang kisah cintanya? 
Tak terasa sudah sudah satu stenga jam berlalu dan perut ku melai berbunyi.
Ayo kita pesan makan ya? Aku dan lapar ni. 
Ga usa, kmu aja yg mkan.
Ya ga bisa gitu donk, masa ia kmu tega melihat saya mkan seorng. Entar smua pngunjung ngeledekin aku low, di kirain aku yg jahat.
Maaf aku pksa ni ya, dan tlong jngn nolak. Please ya (sambil memegang tangannya) 
Dia pun mengangguk (tandanya mau)
Seteleh selesai makan kami melanjutkn obrolan kami, sya tidak mau melewatkn moment ini berlalu begitu saja. Sya mencoba memanfaatkan moment ini agar tidak berlalu begitu saja.
Walaupn perkenalan ini  baru saja terjalin tp aku merasa nyaman dn seakan aku sudah mengenalnya bertahun-tahun..
Jujur aku bingung entah hrus bagaiman memulainya, antara mngutarakn isi hati ku atau hrus ku pendam.
Waktu pn trus berlalu dan jam di tangan menuju pukul 23.28 dan akhirnya kami pulang dan sya menghntarnya pulang.
OMG trnyta itu Rumahnya. Rumah yg begitu sederhana dan kelihatannya nyaman.
Dia mngajak ku masuk tp aku menolaknya dengan alasan sudah terlalu larut ni, lagian esoฤท kerja.
Ku bilang ke dia, lain kali aja ya.
Aku bergegas pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, org rumah semuanya sudah pada tidur.
Akupun langsung bernjak ketempat tidur. Sebelum tidur aku mngchatnya skedar untuk menyampaikn kalau aku sudah sampai Rumah. Dan dia mnjawabnya  srta mengucapkn trima kasih atas waktunya. Dan akhirnya aku tertidur. BESAMBUNG--

Selasa, 17 Mac 2020

TERJEBAK MASALALU

Pergilah wahai masalalu yg penuh kepahitan yg mengalahkan pahitnya empedu,
Aku tidak suka kau selalu mendekati MU.
Aku benci karena terjebak dalam masalalu yg penuh misterius, yg penuh kusam dan kelam.
Aku ingin bahagia dengan seseorang yg ingin bahagia dengan ku.
Mengapa kau selalu mengusik kehidupan ku, aku bahagia dengan kehidupan ku yg sekarang, kehidupan bahagia seperti dulu sebelum kau masuk dalam kehidupanku.
Aku menikmati itu, ku harap kebahagiaan ini tidak pernah pergi dari kehidupanku.

Kini aku bisa tertawa sekuat mungkin, Ketawa yg lepas yg tanpa sedikit pun beban yg melekat dalam hidupku.
Oh Tuhan lumpuh kanlah ingatanku tentang dia, ingatan yg sangat menjengkelkan.
Aku benci kepada mereka yg selalu menyebutkan masalalu ku.

Mengapa kalian selalu membahaskan tentang masalalu yg tidak ingin ku ingati.
Kalian harus tau kalau aku benci dan sangat benci bila mengingatnya lagi.
Bersambung......

SEBENARNYA AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU LAGI

maafkan aku karena tidak bisa mencintaimu lagi, aku yg dulunya takut kehilanganMu akhirnya berubah mnjadi sebuah penyesalan pnjang yg tiada akhirnya karena perna terjebak dalam cinta yg hadir hanya untuk menyakiti.

apa aku yg tak mengerti dengan CINTA? 

atau indahnya cinta memang hnya di awal rasa?''

dulunya aku berpikir kalau semuanya baik2 saja, tapi setelah kau menorehkn luka yg bgitu dalam  yg tak bisa di sembuhkn oleh apapun. aku memutuskn untuk pergi sejauh mungkin dan melupan semua yg terjadi. ketika aku mencoba  untuk membuka hati ku untuk yg lain, tetapi kau datang dngan cara yg sama, kau kau menikamnya dengan perkataan yg tak seharusnya kau lontarkn ke dia.
kau mngubah segalanya, yg tadinya baik-baik saja kau ubah menjadi sebuah DISAPPOINTMENT

ketika keegohan menguasai akal sehatmu, kau meraung seperti seekor harimau yg sedang kelaparan.
kau terlalu menganggap dirimu paling benar & yg lain salah.
Apa kamu tidak pernah menyadari semuanya?
Begitu pentingnya egoMu sehingga kau tidak bisa menyadari setiap masalahMu, setiap perbuatanmu yg konyol itu dan selalu menyalahkan orang lain dalam hidup MU.

Jadi stop eghygurung123@gmail.com menyalahkan orang dalam setiap masalahmu, dan mungkin kamu bisa lebih banyak mendengar lalu mnyimak setiap masala yg kau hadapi. Menyemak setiap perkataan yg baik dan benar, serta merenunginya.
Dengan begitu kamu bisa dengan jerni menilainya.

Jangan perna mengharapkan aku datang dan kembali dalam pelukkan MU. Seperti yg pernah kau katakan "AIR LIUR YG SUDAH KAU BUANG TIDAK AKAN MUNGKIN KAU JILAT LAGI" 
Begitu juga dengan diri ku yg sedah pergi, tidak akan mungkin aku kembali lagi.
Aku sudah memikirkannya dengan jernih & kali ini aku sudah benar2 ingin pergi dan ingin meneruskan dan menemukan seseorang yg benar-benar mencintaiku apa adanya.
Aku sudah tidak ingin terjebak dalam masa lalu Bersama MU yg penuh misteri.
Ku harap kau juga ingin bahagia jadi carilah kebahagiaan kita masing2 tanpa kembali ke masa lalu yg penuh suram.

Lihatlah ke depan dan di sana masih ada yg jauh lebih bermakna.
Disana ada cahaya kehidupan yg nyata, yg jelas dan pasti yg penuh kebahagiaan.


Hidup itu baik ketika Anda bahagia, tetapi jauh lebih baik ketika orang lain bahagia karena kamu.


 aku tak pernah bermaksud menorehkan luka kerapuhanku, bahkn aku tak pernah memintamu untuk memiliki perasaan ini.

Ahad, 9 Februari 2020

SEBUAH PENYESALAN

Mungkin aku sebuah karang yg hanya diam saat kau menjadi ombak menerjang ku tak henti2 dngan ego Mu yg ingin membunuh ku perlahan..
Tapi saat aku ingin mnjadi pasir dan ramai orang yg ingin menulis sesuatu, engkau tak henti2 dtang menerjang ku dan mnhapus smua lukisan yg begitu indah...



Sebenar'y engkau begitu menarik, karena begitu ramai orng yg brminat pada mu.. tapi satu hal yg perlu kau tau, "jika datang'y musim hujan dan di ikuti banjir,, segala keburukn dan kebohongan Mu akn terlihat jelas... karena kau telah mngumpulkn sisa2 kotoran yg menjijikan dan dengn begitu "kau pantas di sebut "S A M P A H "


Isnin, 3 Jun 2019

Hallelujah


Inilah lirik Hallelujah selengkapnya :

I've heard there was a secret chord
That David played and it pleased the Lord
But you don't really care for music, do you?
It goes like this: the fourth, the fifth
The minor fall, the major lift
The baffled king composing Hallelujah

Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah

Your faith was strong but you needed proof
You saw her bathing on the roof
Her beauty and the moonlight overthrew you
She tied you to a kitchen chair
She broke your throne, she cut your hair
And from your lips she drew the Hallelujah

Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah

Maybe I've been here before
I know this room, I've walked this floor
I used to live alone before I knew you
I've seen your flag on the marble arch
Love is not a victory march
It's a cold and it's a broken Hallelujah

Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah

There was a time you let me know
What's real and going on below
But now you never show it to me, do you?
And remember when I moved in you
The holy dark was moving too
And every breath we drew was Hallelujah

Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah

Maybe there's a god above
And all I ever learned from love
Was how to shoot at someone who outdrew you
It's not a cry you can hear at night
It's not somebody who's seen the light
It's a cold and it's a broken Hallelujah

Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah

Jumaat, 24 Mei 2019

๐Ÿ”†๐Ÿ”†๐Ÿ”†KISAH YANG TERNODA๐Ÿ”†๐Ÿ”†๐Ÿ”†

segelintir memory itu terngiang membawa diri pada kisah kemarin hitam putih dari dalamnya kini bercorak di relung² hati kisah indah itu memang telah berakhir sebuah pengkhianatan mengiringi kisahnya salah dan maaf jelas terucap tapi hati tetaplah rapuh maaf di terima tapi hati mencelah....                             ๐Ÿ”ฎ๐Ÿ”ฎ๐Ÿ”…kisah yang ternoda๐Ÿ”…๐Ÿ”ฎ๐Ÿ”ฎ

Ahad, 12 Mei 2019

SEKILAS TENTANG DANAU RANA MESE


Kamu pernah ke Danau Rane Mese? Jika pernah, apakah pernah lihat ada satu batu di sisi kiri jalan setapak menjelang turun ke danau? Konon, itu bukan batu biasa. Tetapi, Watu Sa'i de Empo Mese di Danau Rana Mese. Batu itu diangkat para darat (bidadari) dari dasar danau dan diletakkan di tempatnya itu. 



Dalam legendanya, Danau Rana Mese itu terjadi ketika seorang pemburu yang setelah berburu pagi siang malam, tidak mendapatkan satu ekorpun binatang (motang/babi hutan) buruannya. Lalu dia berniat untuk pulang kerumahnya,sebelum pulang dia mengeluarkan Siri pinang dalam bakulnya (Luni cepa) stelah selesai makan Siri Pinang di pulang keRumahnya.  tapi dlam perjalanan menuju kerumah dia kembali ke tempat di mana dia sedang makan siri pinang sebelum pulang, seakan² jalan menuju pulang sudah ditutup untknya sehingga tiga kali berturut² tpi hasilnya sama dan akhirnya dia lapar dan Dia putus asa. Lalu Naiklah dia di atas pohon di tengah lembah gunung itu. Dia ingin mengisi perutnya dngn memakan buah dari pohon tersebut. Selagi dia duduk di atas pohon, dia lihat ke bawah dan melihat gemerlap cincin emas di atas tanah itu. Buru-buru dia turun hendak mengambil cincin itu. Saat dia turun sampai di tanah, cincin itu hilang. Dia naik lagi pohon itu. Kembali duduk pada dahan pohon. Saat melihat ke bawah, dia melihat cincin itu. Kembali buru-buru turun hendak mengambil cincin itu. Seperti sebelumnya, begitu dia turun sampai di tanah, cincin itu hilang. Dia naik lagi. Melihat cincin itu lagi. Buru-buru turun. Cincin itu hilang. Begitu seterusnya. 





Sampai yang ketujuh kali, dia tidak lagi turun. Begitu dia lihat cincin di tanah, dia ambil tombak berburunya, dan melempar tombak itu ke tengah cincin tersebut. Ujung tombaknya menancap ke tanah bersama cincin itu. Hah! Kali ini tidak mungkin lagi cincin itu hilang. Katanya dalam hati. Dia buru-buru turun dari atas pohon. Lalu menarik tombaknya yang tertancap ke dalam tanah. Saat tombaknya tertarik, bukan cincin yang dilihatnya di ujung tombak, tapi dari bekas tancapan tombaknya di tanah itu meluap air yg begitu kuat,  seakan² sebuah pipa air yg terputus Makin lama makin besar dan mengejarnya dan Dia panik. Lalu dia berlari dan air itu trus mengejarnya dalam tidak sadar dia kembali ketempat di mana dia menancap tombak itu ke Cicin itu & akhirnya dia Naik lagi ke atas pohon. Dan dalam sekejap saja air memenuhi lembah itu. Dan dia tenggelam bersama pohon-pohon di lembah itu. Terjadilah Danau Rana Mese.
Pemburu bernama Empo Mese itu mati di dasar danau. Dan konon kemudian, kepala Empo Mese itu menjadi batu yang diangkat para Darat (bidadari) dari dasar danau dan diletakkan di tempat tepi jalan setapak itu.
Kalau kamu tidak mau bernasib sama seperti Empo Mese, jangan pernah duduk dan main-main dengan Batu Sa'i Empo Mese di Danau Rana Mese itu.
TERJADILAH DANAU RANA MESE

Jumaat, 26 April 2019

PERBEDAAN

Biarlah perbedaan membuat kita saling menghargai
Biarlah perbedaan membuat kita saling mengerti

Khamis, 7 Februari 2019

SEKUNTUM BUNGAH LAYU

*Apakah kita juga spt cerita yg di bawah ini...?*

*Silakan baca sampai akhir*

*SEKUNTUM BUNGA LAYU*

Seorang Pdt setengah tua datang ke suatu RS,... dia bermaksud membezuk seorang anak muda, Jemaatnya yg dalam 3 bln terakhir terkena cancer yg begitu ganas.

Yang aneh adalah dia membawa sekuntum bunga yang sdh layu.

Ketika bpk Pdt datang, sang pemuda senang pendetanya berkunjung kembali, lalu pdt itu meletakkan bunganya dan ngobrol2 dgn sang pemuda itu.

Dia menghibur pemuda itu yg dalam 3 bulan, tubuh yg macho, paras yg ganteng itu terkuras habis tinggal kulit dan tulang, akibat digerogoti sel2 kanker ganas dlm tubuh pemuda itu.

Berkali-kali Sang Pemuda itu berkata : Pak Pendeta, pak pendeta..kalau Tuhan menyembuhkan saya, saya akan melayani Tuhan. Saya akan mempersembahkan tubuh saya sebagai persembahan yg hidup bagi Tuhan.

Sang pendeta kemudian tertawa, tersenyum dan berkata : Saya doakan ya...

Setelah setelah ngobrol sana sini, sang pendeta kemudian berkata : saya pamit pulang dulu ya, ayuk kita berdoa. Setelah selesai berdoa, sang pendeta pun pamit pulang dan melangkah keluar dari kamar pemuda tsb.

Baru beberapa langkah bpk pendeta melangkah, terdengar teriakan lirih dari Sang pemuda tersebut : pak pendeta... pak pendeta... pak pendeta..

Pak pendeta pun menoleh, masuk kembali ke ruangan kamar sang pemuda dan bertanya : Ada apa anak muda?

Sang pemuda tersebut pun menjawab : Bolehkah saya bertanya ke bpk pendeta?

Sekali lagi sang pendeta menjawab: silakan, mau tanya apa nak?

Tadi bpk pendeta datang, saya bingung ..kenapa kali ini bpk pendeta datang dengan membawa sekuntum bunga yg sdh layu?, kata pemuda tsb.

Bpk pendeta pun tersenyum dan berkata boleh kah saya duduk kembali?

Ooh..silakan pak ...silakan pak, jawab pemuda tsb dgn suara yg lemah..

Lalu pak pendeta itu menatap sang pemuda dan berkata : Boleh kah aku berterus terang padamu hai anak muda?

Terus teranglah pak pendeta , jawab pemuda itu...jangan ada apa2 di antara kita, aku senang dgn keterus terangan bapak.

Lalu kemudian pendeta itu berkata : Nak.. ingatkah setahun yg lalu waktu ibu pendeta mendekati kamu dan berkata : Anak2 remaja membutuhkan pembimbing kelompok kecil, mau kah engkau membimbingnya?

Kemudian engkau menjawab ketika itu : "wadeuh bu pendeta, saya masih sibuk dg kuliah"

Setelah kamu masuk masa skripsi, ingatkah engkau..Teman2 mu di kepemudaan berkata : " Jadilah ketua komisi pemuda, ....engkau yg paling berkharisma".
Lagi2 engkau menolak dan berkata : Saya masih skripsi,.. betul? Itu yg kau katakan.

Ingatkah engkau setengah tahun yg lalu, ketika aku datang kepadamu dan berkata, "Pimpinlah koor di gereja kita, yg conductornya sdh pindah ke kota lain,... engkau yg berbakat".
 Tapi engkau menjawab apa saat itu?
Maaf, sekarang saya sedang berkerja.
Engkau selalu menolak bukan??

Tapi setelah engkau kena kanker dan beberapa kali aku datang bezuk , berkali-kali pula engkau berkata : pak pendeta.. pak pendeta.. tolong doakan saya; kalau Tuhan menyembuhkan saya, saya ingin mempersembahkan hidup saya kepada Tuhan!

Hai, anak muda..dengarkan aku..

Engkau sedang memberikan Tuhan sekuntum bunga yg sudah mulai layu..

Apakah kau pikir, Tuhan hanya layak menerima sekuntum bunga yg sdh layu??

Pemuda itu terdiam, tertunduk dan mulai menangis....
Air matanya mengalir keras, sekeras kalimat2 dari perkataan pendetanya tadi, tapi benar adanya.

Bukankah byk orang2 yg mengaku kristen, mungkin saya, kamu, keluarga, anak cucu kita seperti pemuda tsb di atas??

Kita sering berjanji jika Tuhan menyembuhkan, kita mau jadi pelayan Tuhan, mau mempersembahkan waktu dan hidup kita utk melayani Tuhan.
Tapi di saat spt itu, kita sedang memberikan sekuntum bunga yg telah layu, tubuh yg sisa, bagi Allah pencipta dan penebus kita.

*_Pengemis kah Allah??_*

*Pengamen di tengah jalan kah Allah??*

_Selayak itukah Dia di beri sisa tubuh, waktu, kesehatan yg mendekati sisa2 akhir_?

Di mana masa ketika saya dan engkau masih Perkasa, Sehat, berjaya , hidup berkelimpahan..
Di manakah kita???

Masa itu mungkin kita sibuk dgn ambisi pribadi kita, business kita, anak, keluarga kita, keinginan diri kita sendiri.

Jujurlah byk di antara kita yg spt itu bukan?

Ketika diminta dan ada kesempatan utk melayani Dia, selalu berkata: Aah..ntar y...
Aah nanti y.. 
Sampai kapan ntar dan nanti nya?

Kapan nanti nya?
Kapan nanti nya?
Kapan nantinya?

*_Setelah Alat pacu jantung ditanamkan dlm tubuh kitakah?_*

_Setelah selang2 infus menusuk di beberapa bagian tubuh kita?_

*Kapan nanti nya?*

_Setelah kena stroke? Lalu berkata : Tuhan pakailah aku.._

*Sekarang giliran Tuhan berkata : Nanti dulu, kau kira Aku cuma layak menerima barang bekas, barang sisa? engkau sedang memberikan aku sekuntum bunga yg layu!!*

*Betapa tidak tau dirinya saya dan kamu, berserta keluarga kita.. Tidak tau diri....*

_Siapakah yg merajut kita sewaktu di dlm kandungan orang tua kita. ?_

_Siapakah yg selalu menjaga, menopang dari segala mara bahaya, pada saat kita duduk berdiri, makan tidur, bahkan berkendara ataupun bertraveling dg aman?? TUHAN.._

_Siapa yg menuntun masa kecil sampai berhasil spt saat ini? TUHAN.._

_Siapa yg menyembuhkan sakit penyakit kita ataupun keluarga kita? TUHAN.._

*Yg paling penting.. Siapakah yg menebus kita dari Dosa dan hukuman kekal??*
 *TUHAN ALLAH..*

Lalu tidak layakkah jika Dia meminta dari kita, tubuh yg sehat, masa yg paling produktip gemilang dalam periode kehidupan kita sebagai persembahan yg hidup, kudus dan berkenan, ? sekaligus dupa yg harum di hadapan Allah.??

Puji Tuhan, tentu banyak anak2 Allah yg ketika berjaya, Tubuh yg sehat juga sejak muda bahkan dari kecil sdh memberikan diri bagi pekerjaan Allah, bahkan sejak dari Tubuh yg sehat kuat, sampai ketika tubuh lemah krn sakit penyakit pun, masih tetap melayani dan berkerja hidup bagi Allah..saksi2 Iman yg menguatkan ..

Tapi bagi kita yg belum spt saksi2 iman di atas....
Mari, _di hari ke 12 , tahun 2019 , di mana kita semua tidak tau kapan kita hrs berhenti,... mungkin banyak di antara kita yg saat ini sdh berusia di atas angka 30, 40 bahkan 50.. ibarat dalam sepak bola, babak pertama mungkin sdh terlewati dgn diisi segala ambisi keinginan pribadi, saat ini masuk atau baru masuk babak kedua.... masih ada kesempatan dan waktu utk berbalik arah, hidup utk melayani Dia, Jika sdh lama meninggalkan Dia.. mari kembali lah.. Cintai Dia lagi.._

_Bagi yg di dalam periode extra time 2 X15 menit pun, jika Tubuh hidup kita msh sehat berjaya, mari berikanlah utk Tuhan Allah.._

*Jgn tunggu injury time, mungkin sdh msk dlm kategori sekuntum bunga yg sdh layu..*

_Selamat merenungkan selama akhir pekan bersama suami/istri/anak2 ki ta.._

Jakarta, 12 Jan 2019, di tulis ulang tanpa edit ulang dari Pdt Benny Solihin dlm kotbah - *A Living Sacrifice.*

Isnin, 4 Februari 2019

"MENGAPA KAU DUSTAI AKU"

"MENGAPA KAU DUSTAI AKU"

hembusan angin menebar aroma kening
gugurkan selarik angan diribuan sang dusta
kemarau yg mmbentang sisa jejak yg kerontang
di balik nafas jiwa ku yg kini mulai tersengal

menahan perih yg menyayat 
diatas luka yg kau tikamkan
dengan kepalsuan dusta mu

mengapa baru kini kau katakan segalanya 
saat hati ku mulai terenggut sayap² asmara
dikala seluruh rasa ini telah lulu
menuju gerbang cinta mu...
bincang mu laksana perit yg menghembus jiwa ku
membenamkan keping² kalbu ku
kecuruk tedalam jurang kelukaan 

di bawa mega pekat yang kini mulai...
menaungi langit malam ku 
ku geluti hamparan padang kepedihan 
bersama sebungkah luka
yang kini menemani setiap langka ku..

Rabu, 28 November 2018

AKU KORBAN KEKERASAN GURU

- AKU KORBAN KEKERASAN GURU -
=====

Perkenalkan, aku Indah. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.

Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.

"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.

"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.

Tapi ....

Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu perempuan, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.
.
Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan suka menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.

"Indah, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.

Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.

"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!

"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.

Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.

"Rasakan ...." kataku dalam hati.

Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.

Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.

"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Indah ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.
.
Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.
.
Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.
.
Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.
.
"Indah, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua, kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."
 .
Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.
.
"Kamu tahu, Ndah? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!
.
"Begini, apa Ndah mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.

"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.

"Ndah janji, Ndah berubah, Bu. Ndah janji gak nakal lagi!"
======

Sejak hari itu, aku adalah Indah yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.

Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.

Ketika lulis SMA, aku berkunjung kerumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.

"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"

Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."

Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, terlebih aku ini perempuan. Dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.

Namaku, Indah. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.

Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.

Beliau selalu memanggilku "Ndah" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Indah!" Dengan sangat keras.

Aku memakai nama 'Ndah' karena aku berterimakasih pada beliau.

=========

Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.

Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?

Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.

Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?

Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.

Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.

Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.

Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.

Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.

Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, seperti

Itulah arti seorang guru ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Khamis, 11 Oktober 2018

Flobamora Tanah air ku yang ku cinta.

flobamora tanah airku yang tercinta

flobamora tanah air
ku yang tercinta........
tempat beta ...
di besarkan ibunda
meski beta lama jauh
di rantau orang
beta inga mama janji
pulang e
Reff
Biar pun tanjung teluknya
jauh tapele nusa ku
tapi slalu terkenang di kalbu
ku u.....u...u....
Anak timor main sasando
dan ma nyanyi bolelebo
rasa girang dan badendang
pulang e.........
Hampir siang
beta bangun sambil managis
mengenangkan flobamora
lelebo.................
rasa dingin beta ingat di pangku mama
air mata basa pipi
sayang e............ 

Khamis, 4 Oktober 2018

Bapa, betapa indah semesta ini Kauciptakan. Seluruhnya adalah rangkaian keajaiban yang mencengangkan. Aku bersyukur Bapa, sebab Dia putraku telah Engkau ciptakan sebagai bagian dari semesta ini. Hari ini Putraku berulang tahun.

Hari ini aku memperingati hari lahirnya, saat dimana beberapa tahun lalu Engkau memperkenankan Dia masuk dalam alam ciptaan-Mu yang megah. Aku bersyukur Bapa. 

Sampai saat ini aku telah mengalami banyak hal. Pengalaman suka dan duka silih berganti datang menjenguk.
Dan untuk semua itu aku bersyukur kepada-Mu Bapa. Lewat suka aku belajar menghargai hidup dan melalui duka aku terlatih mencintai hidup. Bapa, dihari ulang tahunnya ini aku memohon berkat dari tangan-Mu yang penuh kasih.
Kiranya Dia Putra ku, dapat berguna bagi sesama. Bantulah Dia mengolah hidup seturut citra-Mu sehingga setiap waktu semakin banya orang, termasuk dirinya, memuliakan kebaikan-Mu. Amin 

๐Ÿ’•๐ŸŒนTerkadang sendiri itu jauh lebih baik.๐ŸŒน๐Ÿ’• Nikmatnya hidup sendiri Siang banting tulang Malam sendirian Berteman kesepian  ๐™‰๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ...